ANALISIS KELUARGA MAHASISWA KATOLIK (KMK) DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.15545682Keywords:
inklusifitas, minoritas, fasilitasAbstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku dan agama. Agama yang diakui di Indonesia menurut Pasal 1 UU PNPS No 1 Tahun 1965 adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Agama katolik merupakan salah satu agama minoritas di Indonesia. Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya sebagai komunitas tidak mendapatkan fasilitas kegiatan keagamaan yang sepadan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Teori yang digunakan adalah modal sosial yang dikemukakan oleh James Coleman dengan tiga konsep utama yaitu norma, arus informasi, kewajiban dan harapan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa KMK FISIP UB belum mendapatkan fasilitas yang memadai dalam proses kegiatan keagamaan di FISIP UB. Hal ini diperoleh dari wawancara mendalam dengan tiga informan yang merupakan anggota KMK. Setiap informan memiliki jawaban dan pendapatnya masing-masing sehingga diperoleh temuan yang merupakan simpulan dari berbagai data tersebut. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa inklusivitas belum sepenuhnya terwujud di lingkup FISIP UB.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aldila Dwi Nugroho, Hasna Zafira Nuha, Putri Bilqis Ayuningtyas, Yustina Happy Wulandari, Fathiyah Rizkanandya (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









